Sunday, January 18, 2026

Kembalinya Nadi Keuangan Suriah

Gubernur Bank Sentral Suriah Abdul Qader Husrieh menyatakan bahwa kembalinya pengelolaan sumber daya alam ke tangan negara menandai babak baru dalam sejarah keuangan Suriah. Langkah ini dipandang bukan sekadar pemulihan pendapatan, melainkan fondasi untuk menegakkan kembali kedaulatan finansial dan moneter negara.

Menurut Husrieh, selama bertahun-tahun Suriah menghadapi fragmentasi pengelolaan keuangan akibat konflik dan terpecahnya sumber-sumber pendapatan. Kondisi tersebut melemahkan sistem negara dan membuka ruang luas bagi praktik ekonomi informal yang sulit diawasi.

Dengan kembali terpusatnya sumber daya strategis, negara kini memiliki peluang untuk menata ulang arsitektur keuangan nasional. Bank sentral kembali ditempatkan sebagai aktor utama dalam mengelola arus dana negara secara terkoordinasi.

Ia menegaskan bahwa langkah ini akan mengakhiri praktik penggunaan jalur keuangan alternatif yang berkembang selama masa krisis. Jalur-jalur tersebut dinilai merusak transparansi dan menjadi pintu masuk bagi penyimpangan serta korupsi.

Pemulihan kendali ini memungkinkan bank sentral berfungsi kembali sebagai agen keuangan tunggal pemerintah. Seluruh aktivitas pembiayaan, impor, dan pembukaan kredit dapat dikelola melalui satu institusi resmi.

Peran tersebut dinilai krusial untuk menata kembali mekanisme pembiayaan negara yang selama ini terpecah. Dengan satu otoritas, kebijakan keuangan dapat diselaraskan dengan tujuan makroekonomi nasional.

Husrieh menekankan bahwa bank sentral kini dapat kembali mengatur pembiayaan impor secara sistematis. Penyeragaman kanal pembayaran akan mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi perdagangan luar negeri.

Langkah ini juga membuka jalan bagi pemulihan instrumen kebijakan moneter yang sempat lumpuh. Pengelolaan likuiditas, suku bunga, dan cadangan devisa dapat dijalankan lebih efektif.

Penguasaan kembali atas devisa memberi negara ruang bernapas dalam mengelola nilai tukar. Stabilitas mata uang menjadi salah satu target utama untuk memulihkan kepercayaan pasar domestik.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, bank sentral disebut mampu beroperasi sebagai otoritas moneter yang utuh. Transparansi dalam hubungan dengan bank koresponden internasional menjadi salah satu prioritas utama.

Keterbukaan ini dinilai penting untuk memulihkan hubungan keuangan Suriah dengan sistem perbankan global. Tanpa kepercayaan eksternal, pemulihan ekonomi akan sulit bergerak cepat.

Selain itu, bank sentral akan memimpin penerapan standar internasional terkait pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Kepatuhan terhadap standar ini menjadi syarat utama integrasi keuangan global.

Husrieh menyatakan bahwa disiplin sektor keuangan akan diperkuat melalui regulasi yang lebih ketat. Upaya ini diharapkan menghapus stigma negatif terhadap sistem perbankan nasional.

Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan investor dan mitra dagang asing perlahan diharapkan kembali. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi masuknya investasi jangka panjang.

Pemulihan fungsi negara dalam bidang keuangan juga dipandang sebagai simbol kembalinya otoritas negara secara menyeluruh. Negara kembali hadir sebagai pengelola utama kepentingan publik.

Pendapatan dari sumber daya alam akan diarahkan untuk kepentingan rakyat melalui mekanisme anggaran resmi. Pemerintah menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap alokasi dana.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menutup celah ekonomi bayangan yang berkembang selama konflik. Integrasi pendapatan ke dalam sistem resmi memperkuat kapasitas fiskal negara.

Para pengamat menilai pemulihan fungsi bank sentral sebagai titik balik penting. Tanpa lembaga moneter yang kuat, pemulihan ekonomi berisiko berjalan tidak terarah.

Meski tantangan masih besar, arah kebijakan ini memberi sinyal perubahan struktural. Pemerintah berupaya beralih dari manajemen krisis menuju pembangunan jangka panjang.

Stabilitas moneter dipandang sebagai prasyarat utama bagi pemulihan sektor riil. Industri, perdagangan, dan jasa membutuhkan kepastian nilai tukar dan sistem pembayaran yang dapat diandalkan.

Dalam pandangan otoritas moneter, langkah ini bukan solusi instan. Namun, ia menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi Suriah yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan di masa depan.

No comments:

Post a Comment

About

Nias Bakal Menjadi Salah Satu Pilihan Peluncuran Roket Pembawa Satelit Lapan Lanjut

More

Recent