Showing posts with label lapan. Show all posts
Showing posts with label lapan. Show all posts

Sunday, November 22, 2009

5:14 AM

Lapan: Talent Mapping

Sebanyak 75 pejabat struktural Lapan eselon II, III, dan IV mengikuti tes potensi bakat (talent mapping assestment) di kantor pusat Lapan, Rawamangun.

Sekretaris Utama Lapan, Dr. Bambang Koesumanto, M.Sc pada sambutan pembukaan tes mengemukakan bahwa tujuan talent mapping adalah untuk mendapatkan potret diri. Menurut Bambang, tes tersebut bermanfaat untuk mengetahui bakat diri, apakah seseorang berbakat menjadi pemimpin, pekerja, atau peneliti. ”Dengan tes ini, kita dapat gambaran bakat seseorang, sehingga tidak akan salah dalam menilai,” Bambang menambahkan.

Rama Royani, alumnus fisika ITB, penemu talent mapping dan pemilik Lead Pro Management Consultant mendorong peserta untuk mewujudkan potensi diri dengan mengenal bakat-bakat yang dimiliki. ”Dengan memahami diri mungkin merupakan langkah yang akan merevolusi hidup Anda,” Rama menambahkan.

Menurut Rama, saat ini manusia pandai menemukan kekurangan orang lain yang masih hidup dan pandai menemukan kelebihan sesorang yang baru meninggal. ”Mengungkapkan potensi kelemahan orang lain yang masih hidup hanya akan membuatnya demotivasi, menutup komunikasi, mengurangi produktivitas, dan membuat suasana negatif,” kata Rama. Untuk itu, ia menambahkan, manusia perlu mengubah paradigma. Cara mengubahnya yaitu berusaha memperbaiki kelemahan, berfokus pada kekuatan, dan mensiasati kelemahan. ”Dengan berusaha menemukan kekuatan orang lain yang masih hidup akan membuatnya termotivasi, meningkatkan citra dirinya, membuka komunikasi, meningkatkan produktivitas, dan membuat suasana positif,” Rama menjelaskan.
Tes tersebut terdiri atas 34 tema bakat uang tersusun dalam program berbasis komputer. Hasil talent mapping berupa peta bakat dalam bentuk gambar dan konsep mind mapping sederhana.

Thursday, November 12, 2009

6:00 PM

Ternyata LAPAN Telah Menciptakan 300 Roket

Peneliti-peneliti di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah berhasil menciptakan 300 jenis roket, dan ini sangat penting bagi perkembangan teknologi di Indonesia.

Kepala Tim Roket Kendali LAPAN Edi Sofian, Rabu (11/11) mengutarakan, keberhasilan para peneliti Indonesia menciptakan roket menjadi hal penting guna memajukan perkembangan teknologi di Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.

Edi mengungkapkan selama 20 tahun lebih LAPAN mengabdi para peneliti telah berhasil menciptakan 300 roket dengan berbagai kategori dengan jenis roket berbeda yang cukup spektakuler.

"Dalam satu tahun para peneliti LAPAN menciptakan 15 roket yang kemudian dilakukan uji coba dan berhasil diorbitkan dengan sukses. Itu semua merupakan hasil karya anak bangsa," ungkap Edi.

Dari ratusan roket yang berhasil diciptakan selama ini lebih banyak dihasilkan roket cuaca dan orbiter serta satelit untuk membantu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan cuara.

Termasuk membantu pertahanan keamanan negara Indonesia dan mengawasi daerah-daerah di kawasan nusantara yang membutuhkan pemantauan ketat serta pengawasan sipil.

"Pembuatan roket merupakan instruksi negara, kita menciptakannya dan PT Dirgantara Indonesia (DI) memproduksi dan memperbanyak roket," tandas Edi.

Kabag Humas LAPAN Eli Kuntjahowati menegaskan, pada dasarnya LAPAN tidak hanya menciptakan roket, terdapat beberapa hasil ciptaan LAPAN mengoptimalkan sistem propulsi roket peluncur satelit yang diproyeksikan untuk jangka panjang.

LAPAN juga merancang beberapa motor roket hibrid yang mengunakan kombinasi propelan padat dan cair. Bahkan beberapa analisis LAPAN sedang merancang roket modern yang siap bersaing dengan roket buatan luar negeri.

Friday, November 6, 2009

10:38 AM

Equatorial Atmosphere Radar (EAR) Koto Tabang – West Sumatra - Indonesia

Equatorial convective activity around Indonesia is the most powerful in the world. That activates global atmospheric circulation, thus affecting global climate and weather. Valuable data have been collected under a joint Japan-Indonesia collaborative project in which Shimane University participates by installing various remote sensing instruments to measure equatorial convective activities in West Sumatra-Indonesia. Such data are also useful in gaining added insight into the characteristics of rainfall in West Sumatra.

More
10:36 AM

Koto Tabang Equator Atmospheric Radar

The Radar Atmosfer Khatulistiwa Koto Tabang is a radar facility located at Koto Tabang, West Sumatra. It commenced operations in 2001. This facility is used for atmospheric dynamics research, especially areas concerning global climate change, such as El Niño and La Niña climate anomalies.

Saturday, September 19, 2009

3:01 PM

Nias Spaceport

About

Nias Bakal Menjadi Salah Satu Pilihan Peluncuran Roket Pembawa Satelit Lapan Lanjut

More

Recent