Friday, May 26, 2017

Sarmat Si Anak Setan: Misil Balistik Antarbenua Terbaru dari Rusia

Uji penembakan misil balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) Sarmat, yang akan beroperasi pada awal 2020-an, telah berhasil dilaksanakan pada September lalu. Namun, karakter teknis dan taktis senjata ini masih ‘dirahasiakan’. Berikut adalah pemaparan infomasi yang berhasil kami himpun baik dari pengembang senjata ini maupun dari percakapan dengan para pakar militer.

Perlu dicatat, saat ini misil tersebut masih dalam proses pengembangan, dan saat mulai beroperasi, ia tentu sudah melalui sejumlah modifikasi dan perubahan.

Apa Itu Sarmat?

Sarmat adalah misil antarbenua berbahan bakar cair kelas berat dengan kode MS-28. Total bobotnya mencapai seratus ton dan berat lemparannya (throw weight) sepuluh ton. Misil ini akan bergabung dengan Pasukan Misil Strategis Rusia setelah 2020 dan akan menggantikan P-32M2 “Voievoda”, misil strategis paling tangguh dan dashyat di dunia (julukan NATO: SS-18 Satan), dengan bobot 211 ton dan throw weight 8,8 ton.

Yang akan membuat Sarmat berbeda dari pendahulunya tak hanya bobotnya yang lebih ringan, tapi juga jangkauan terbang. Jika ‘Satan’ mampu terbang pada jarak 11 ribu kilometer, Sarmat mampu menempuh jarak lebih dari 17 ribu kilometer. Para perancang bahkan merencanakan Sarmat dapat terbang ke menyasar target yang bahkan berada di Kutub Selatan, yang di sana tak ada siapa pun yang menantinya dan tak ada pagar antimisil yang dibangun.

Selain itu, Sarmat akan memiliki setidaknya 15 MIRV (multiple independently targetable reentry vehicle) atau muatan peluru kendali balistik yang berisi beberapa hulu ledak individual, bukan hanya 10 hulu ledak nuklir. Mereka akan ditempatkan sesuai prinsip ‘setumpuk anggur’, dan masing-masing memiliki kapasitas 150 – 300 kiloton, yang dapat dipisahkan dari ‘tumpukannya’ saat ia harus meninggalkan target seperti yang diprogram. Ia dapat terbang dengan kecepatan hipersonik (melebihi Mach 5), mengubah lintasannya sesuai dengan tingkat dan ketinggian sehingga tak bisa dicegat oleh sistem pertahanan misil mana pun, baik yang sudah ada saat ini maupun misil jarak jauh, termasuk yang bergantung pada elemen antariksa.

“Bagi Sarmat, tak penting apakah ada sistem pertahanan misil atau tidak. Ia tak akan menyadarinya.” (sumber)


No comments:

Post a Comment

About

Nias Bakal Menjadi Salah Satu Pilihan Peluncuran Roket Pembawa Satelit Lapan Lanjut

More

Recent

Newsletter